Komponen ketiga inilah yang berpotensi paling banyak secara kuantitas dalam sarana baca umum, karena masyarakat yang dimaksud dalam hal ini bisa di tingkat RW atau Kelurahan, industri, HRD dari perusahaan, hingga organisasi sosial kemasyarakatan. Wujud dari peran masyarakat disini dapat berupa taman bacaan hingga titik-titik baca yang disediakan secara umum.